Bupati Flores Timur Lepas 10 Alumni SMK ANCOP dalam Program Bantuan Pemerintah (Banpem) Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri Tahun 2026

Bupati Flores Timur Lepas 10 Alumni SMK ANCOP dalam Program Bantuan Pemerintah (Banpem) Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri Tahun 2026

Likotuden, 20 Agustus 2026 - Bupati Flores Timur, Ir. Antonius Doni Dihen, secara resmi melepas 10 alumni SMK ANCOP Berasrama Likotuden yang terpilih mengikuti Program Bantuan Pemerintah Penguatan Akses Pekerjaan Luar Negeri Tahun 2026, Kamis (20/8). Kegiatan pelepasan berlangsung di SMK ANCOP Berasrama Likotuden dan menjadi momentum penting bagi para alumni untuk memulai perjalanan menuju dunia kerja internasional.


Keterangan foto - Foto setelah acara pengalungan

Kesepuluh peserta merupakan alumni Angkatan VII yang baru menyelesaikan pendidikan di SMK ANCOP. Mereka merupakan putra-putri pilihan yang dipersiapkan untuk memperoleh pengalaman kerja dan membuka akses menuju pekerjaan di luar negeri melalui proses yang legal, terarah, dan profesional.

Program tersebut terlaksana melalui dukungan pemerintah serta kerja sama SMK ANCOP dengan LPK Metland. Sebelum melanjutkan proses menuju pekerjaan di luar negeri, para peserta akan memperoleh pengalaman bekerja di dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang menjadi mitra Metland. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari persiapan agar peserta memiliki kesiapan menghadapi standar dan tuntutan dunia kerja internasional.

Keterangan Foto - Kepala SMK ANCOP Berasama Likotuden, RD Alfonsus Payong Wungubelen, S.Fil., S.Pd

Kepala SMK ANCOP Berasama Likotuden, RD Alfonsus Payong Wungubelen, S.Fil., S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan perkembangan penting dalam perjalanan sekolah membuka akses keberkerjaan luar negeri bagi para lulusan. Ia menjelaskan bahwa pada angkatan pertama, para alumni yang bekerja di luar negeri masih mengatur proses dan kesempatan kerja secara mandiri. Kini, melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan LPK Metland, akses pekerjaan luar negeri mulai dibangun melalui proses yang lebih terarah dan legal.

Menurutnya, sekolah vokasi memiliki peran strategis sebagai salah satu ujung tombak dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten, termasuk mempersiapkan lulusan yang ingin bekerja di luar negeri melalui jalur resmi. Dalam kesempatan tersebut, Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan nyata terhadap pengembangan pendidikan vokasi di SMK ANCOP, termasuk bantuan berupa mobil box yang mendukung kegiatan sekolah.

RD Alfons juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Ancop Indonesia yang selama ini memberikan dukungan kepada para alumni. Dari 18 alumni Angkatan I yang telah bekerja di luar negeri dengan mendapatkan dukungan berupa dana pinjaman, dukungan yayasan terus berkembang dan saat ini sekitar 60 alumni bekerja di Luar Negeri baik di hotel maupun kapal pesiar.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan dan mengikhlaskan anak-anak mereka untuk mengambil kesempatan bekerja di luar negeri.

Dukungan juga datang dari Penerbit Liniswara, Ketua Komite SMK ANCOP, dan Pemerintah Desa Kawalelo yang selama ini turut mendukung perkembangan program dan kegiatan sekolah.

Keterangan foto - Direktur SMK ANCOP, Drs. Alexander A. Ladjar

Sementara itu, Drs. Alexander A. Ladjar, selaku Direktur SMK ANCOP, memberikan sejumlah pesan kepada sepuluh peserta agar mempersiapkan diri bukan hanya dengan kompetensi kerja, tetapi juga dengan mental, karakter, dan integritas. Ia menegaskan bahwa para peserta harus tetap membawa wawasan kebangsaan dan semangat bela negara melalui sikap sebagai Warga Negara Indonesia. Di mana pun berada, peserta diharapkan mampu menjaga nama baik bangsa, keluarga, dan almamater. Dalam dunia kerja, disiplin dan tanggung jawab menjadi prinsip yang tidak dapat ditawar. Peserta harus mampu bekerja sesuai Standard Operational Procedure (SOP), tepat waktu, dan bertanggung jawab terhadap setiap tugas yang diberikan.

Drs. Alexander juga mengingatkan pentingnya memiliki mental yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan percaya diri. Para peserta diharapkan mampu mengendalikan emosi, tidak mudah tersinggung, serta mampu menghadapi tekanan dan tantangan di lingkungan kerja dengan sikap dewasa.

Selain itu, komunikasi, integritas, kejujuran, loyalitas, dan kepercayaan harus menjadi bagian dari karakter peserta. Sebagai calon tenaga kerja hospitality, mereka dituntut memiliki etika pelayanan yang baik, mampu melakukan problem solving, berani bertanya ketika belum memahami sesuatu, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan.Peserta juga diingatkan untuk bekerja sesuai standar, melayani dengan hati, bertumbuh dalam iman, unggul dalam kompetensi, dan sukses dengan integritas.

Keterangan Foto - Bupati Flores Timur Ir. Antonius Doni Dihen

Sebagai pihak yang secara resmi melepas para peserta, Bupati Flores Timur Ir. Antonius Doni Dihen memberikan pesan khusus kepada sepuluh alumni yang akan mengikuti program pekerjaan luar negeri tersebut.

Ir. Antonius menekankan pentingnya percaya diri ketika memasuki lingkungan kerja yang baru. Para peserta harus berani berkomunikasi, berinteraksi, dan beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional. Ia juga mengingatkan peserta untuk membawa karakter positif sebagai orang Flores, khususnya kejujuran.

“Karakter orang Flores terkenal dengan kejujuran,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan Bupati kepada para peserta. Nilai tersebut hendaknya terus dijaga ketika mereka berada jauh dari daerah asal karena kejujuran merupakan modal penting dalam membangun kepercayaan di lingkungan kerja.

Selain kejujuran, Bupati meminta para peserta memiliki kesabaran dalam memberikan pelayanan. Dalam dunia hospitality, pelayanan yang ramah, sabar, dan tulus merupakan bagian penting dari profesionalisme. Ir. Antonius juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun akses pekerjaan luar negeri. Kesempatan yang diperoleh para peserta merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, yayasan, LPK Metland, dunia usaha dan dunia industri, orang tua, hingga para mitra lainnya.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan peserta mulai dari pendidikan di SMK ANCOP, proses persiapan bersama LPK Metland, pengalaman di dunia usaha dan dunia industri, hingga membuka peluang menuju dunia kerja internasional, termasuk Bulgaria.

Bupati berharap sepuluh alumni tersebut mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Mereka diharapkan menjadi tenaga kerja yang kompeten sekaligus pribadi yang jujur, percaya diri, sabar dalam melayani, mampu berkolaborasi, dan membawa nama baik Flores Timur, Sekolah, keluarga, serta Indonesia di dunia internasional.


Pelepasan oleh Bupati Flores Timur menjadi momentum penting bagi SMK ANCOP Berasama Likotuden dalam memperkuat komitmennya mempersiapkan lulusan menghadapi dunia kerja global.

Program ini tidak hanya memberikan akses terhadap peluang kerja, tetapi juga membangun kesiapan peserta melalui pengalaman kerja, pembentukan karakter, penguatan kompetensi, serta pendampingan menuju dunia kerja internasional.

Bagi sepuluh alumni SMK ANCOP, pelepasan ini bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal dari perjalanan baru menuju dunia kerja internasional. Mereka membawa bekal kompetensi, karakter, iman, dan nilai-nilai yang telah dibangun selama berada di SMK ANCOP.

Dengan semangat “Bertumbuh dalam Iman, Unggul dalam Kompetensi, dan Sukses dengan Integritas,” kesepuluh alumni diharapkan mampu menjalani setiap proses dengan disiplin dan tanggung jawab serta menjadi generasi muda Flores Timur yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa Indonesia di dunia internasional.


Penulis - Erlin Lamapaha